Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Sentimen Konsumen Australia Menurun, Aussie Ikut Melemah

Sentimen Konsumen Australia Menurun, Aussie Ikut Melemah

by Didimax Team

Aussie yang juga disebut dolar Australia mengalami penurunan akibat adanya sentimen konsumen yang menurun. Menurut data dari Biro Statistika Australia, terjadi penurunan pada sentimen konsumen.

Data ini menunjukkan penurunan yang terjadi dari angka 118.8 menjadi 113.1 pada bulan Mei. Pada bulan sebelumnya, aussie berhasil menduduki peringkat level tertinggi selama 10 tahun terakhir.

Terjadinya penurunan sentimen konsumen di Australia mencapai 4.8 diakibatkan oleh kekecewaan masyarakat terhadap kondisi perekonomian. Hal ini terlihat dari kurang meyakinkannya ekonomi di tengah stimulus masif Bank Sentral Australia (RBA).

Data lain dari Westpac menyebutkan sentimen konsumen menurun usai ekspektasi berlebihan akibat pemulihan ekonomi dampak dari pandemi. Hal ini juga disampaikan berdasarkan hasil responden masyarakat.

Badan yang mengadakan survei dilakukan untuk menghimpun data sentimen konsumen. Berdasarkan hasil survei tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan pada seluruh sub-indeks yang ada di Australia.

 

Reli Masih Dipertahankan Hingga Sekarang

Sentimen ini juga terlihat dari kondisi finansial saat turun ke angka 97.9 yang sebelumnya mencapai angka 103.5. Sub-indeks kondisi finansial ini juga terjadi untuk 12 bulan ke depan mengalami pelemahan.

Pelemahan ini terjadi dari angka 117.6 menjadi 109.5. Sementara itu, sub-indeks prospek ekonomi selama 12 bulan berikutnya juga ikut turun menjadi 121.1 dari angka 125.5. 

Meskipun dilakukan perilisan data sentimen konsumen Australia yang menurun, tidak memberikan tekanan antara dolar Australia dan dolar AS. Perdagangan AUD/USD masih bertahan secara cukup konsisten.

Harga AUD/USD diperdagangkan sekitar 0.7792, harga ini naik sebesar 0.01 persen dari harga Open harian. Secara umum, aussie diuntungkan oleh adanya pelemahan USD dalam beberapa waktu terakhir.

Akan tetapi, para analis juga menyebutkan bahwa adanya aksi jual beli terhadap dolar AS sudah mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan para investor beralih ke data inflasi di Inggris dan Eropa.

Sementara itu, para pelaku pasar juga sangat memperhatikan dan mencermati Notulen The Fed. Hal ini terkait dengan dipublikasikannya untuk mencari petunjuk terkait dengan prospek kenaikan suku bunga AS.

Hal terkait inflasi ini juga disampaikan oleh Masafumi Yamamoto yang merupakan kepala strategi mata uang Mizuho Securities, Tokyo. Ia menyebutkan kekhawatirannya terhadap inflasi dan rilis harga konsumen AS.

Tren peningkatan kepercayaan konsumen terhadap aussie selmaa tiga bulan terakhir telah mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan turunnya Sentimen Konsumen Westpac sebesar 4,8 persen di bulan Mei ini.

Melemahnya Aussie yang Ditinjau dari Laporan Westpac

Para investor memberikan penilaian buruk terhadap aussie. Hal ini terlihat dari tinjauan laporan Westpac yang menunjukkan pendekatan “gelas setengah penuh”. Ini terlihat dari penurunan sentimen konsumen.

Bank sentral akan mengumumkan terkait dengan rencana untuk Yield Curve Control (YCC) dan QE. Hal ini direncanakan akan disampaikan pada pertemuan kebijakan yang dilakukan oleh RBA pada 1 Juni mendatang.

Menurut data yang dilaporkan oleh Westpac, menyebutkan bahwa bank akan tetap konsisten pada stimulus moneter. Hal ini membuat QE mengalami perpanjangan untuk A $100 secara lebih lanjut pada bulan September.

Sementara itu, kebijakan YCC diperhitungkan akan bergeser dari April 2024 sampai November 2024. Ekspektasi inflasi konsumen naik pertama dengan consensus yang mencapai 3,6 persen mengalami kenaikan dari 3,2 persen.

Hal yang disebutkan dapat menjadi indikator diawasi dengan ketat. Hal ini dikarenakan adanya ekspektasi inflasi yang mampu diterjemahkan ke inflasi aktual. Dengan cara ini dianggap dapat melakukan peningkatan penekanan inflasi.

Dalam kasus ini, puncaknya terjadi pada perubahan ketenagakerjaan. Tentunya hal ini dilihat dari adanya keuntungan kecil yang diharapkan sebesar 15,0 ribu mengalami penurunan yang sebelumnya mencapai angka 70,7 ribu.

Sementara itu, Australia juga merilis data terkait PMI Manufaktur dan Jasa. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa kedua sektor ini dalam kondisi yang baik sebagai tanda bahwa ekonomi Australia masih kuat.

Manufaktur PMI diproyeksikan pada angka yang mencapai 59,8. Sedangkan, pada Jasa PMI mencapai angka 58,9 dan berada di wilayah ekspansi dengan tingkat 50 yang memisahkan kontraksi dan ekspansi.

Adanya penurunan dolar Australia membuat kepercayaan dari para konsumen juga ikut menurun. Meskipun demikian, harga reli AUD/USD masih tetap bertahan cukup konsisten dalam perdagangan dolar.

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama