Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Nilai Dolar AS Terus Naik Usai Melemah Akibat Statemen Fed

Nilai Dolar AS Terus Naik Usai Melemah Akibat Statemen Fed

by Didimax Team

Kabar terbaru muncul dari dolar AS yang sedang naik daun pada perdagangan Eropa Kamis petang kemarin. Setelah beberapa minggu sempat tumbang, kini dolar AS kembali rebound di beberapa waktu.

Nilai dolar AS mulai stabil setelah beberapa kali mengalami kerugian sebelumnya. Terutama terjadi saat meningkatnya potensi resesi yang terjadi selama beberapa saat dan berpengaruh pada dolar AS.

Hal ini membuat imbal hasil Treasury turun dan berpengaruh pada harga dolar AS. Indeks dolar AS juga bisa mencapai titik dalam mengukur greenback pada perdagangan di sore hari Kamis kemarin.

Dolar AS yang mengukur greenback terhadap beberapa mata uang lainnya terus menguat. Penguatan yang terjadi bahkan mencapai 0,47 persen yang membuatnya berada di level 104,465.

Pencapaian ini diperoleh oleh dolar AS yang telah berhasil bangkit dari penurunan level tertinggi dua dekade. Penurunan tersebut membuat dolar AS berada di angka 105,79 pada pertengahan Juni kemarin.

 

Nilai Dolar AS Meningkat

Penurunan yang sempat dialami oleh dolar AS disebabkan karena Federal Reserve menaikkan suku bunga hingga 75 basis poin. Tentunya hal tersebut membuat dolar AS sedikit sulit untuk bangkit.

Dolar AS sudah mendapatkan posisi penurunan dari level puncaknya beberapa waktu. Hal ini dikarenakan pasar yang semakin mengkhawatirkan dalam rangka upaya Fed untuk mengendalikan inflasi.

Inflasi yang tinggi secara historis membuat Fed harus mengeluarkan kebijakan pengetatan moneter yang agresif. Hal ini berpeluang besar untuk menghasilkan resesi dan berpengaruh pada nilai dolar AS.

Hal ini juga sejalan disampaikan oleh Jerome Powell yang merupakan Ketua Fed. Ia menambahkan kekhawatiran pada kesaksiannya selama dua hari langsung di hadapan kongres yang diikutinya.

Powell menyatakan meskipun bukan tujuan kebijakan bank sentral resesi mungkin saja bisa terjadi. Hal ini dikarenakan penyebab resesi lainnya bisa muncul dari usaha untuk mengendalikan harga.

Kekhawatiran yang disampaikan oleh Powell ini memberikan beberapa pengaruh. Salah satunya adalah menekan imbal hasil Treasury selama 10 tahun turun menuju level terendah selama hampir dua minggu.

Kondisi tersebut terjadi sebelum adanya sedikit rebound pada awal sesi di Eropa. Karena hal itulah saat ini nilai dolar AS mulai bangkit setelah beberapa waktu mengalami penurunan yang terus menerus.

Selain itu, Powell juga meneruskan kesaksiannya pada Kamis malam kemarin. Ia menyampaikan terkait dengan data klaim pengangguran awal mingguan AS yang diperkirakan akan segera dirilis. 

Dolar AS Bangkit 

Terkait kondisi dolar AS yang mulai bangkit, terdapat beberapa hal yang ditanggapi oleh Jeffrey Halley yang merupakan analis di OANDA. Ia menyampaikan terkait kesaksian Powell saat melakukan kongres.

Halley menyebutkan bahwa terdapat hari lain terkait kesaksian Powell di Capitol Hill pada malam kemarin. Ia memberikan sinyal terkait pedagangan yang akan berlangsung di beberapa minggu ke depan.

Menurutnya, para investor perlu bersiap terkait perdagangan harian yang menenangkan. Selain itu, perlu menganalisis setiap kata yang disampaikan oleh Powell karena bisa saja memiliki arti tersendiri.

Pada perdagangan terakhir, EUR/USD turun hingga 0,2 persen yang membuatnya berada di angka 1,0549. Sementara itu, GBP/USD juga turun sebesar 0,4 persen yang membuatnya berada di angka 1,2214.

Angka tersebut terjadi setelah data menunjukkan bahwa pemerintah Inggris meminjam lebih besar di bulan Mei. Hal ini terjadi setelah adanya lonjakan bunga pembayaran hingga 70 persen untuk melunasi utang nasional.

Selain itu, untuk AUD/USD juga mengalami pelemahan hingga 0,6 persen dan membuatnya berada di angka 0,6887. Sedangkan untuk USD/JPY ikut turun hingga 0,4 persen dan berada di angka 135,71.

Angka yang diperoleh oleh Yen mengalami penurunan level tertinggi 24 tahun yang membuatnya berada di angka 136,71. Tentunya terdapat hal yang mempengaruhi kondisi mata uang Yen ini.

Yen mendapatkan dorongan keras akibat adanya kesenjangan antara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang dengan Treasury AS. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab Yen terus melemah terhadap dolar AS.

Selain itu, Takehiko Nakao yang merupakan mantan kepala kebijakan valuta asing Kementerian Keuangan Jepang berkomentar. Ia menyatakan kemungkinan jepang melakukan intervensi langsung di pasar mata uang.

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama