Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Memasuki Kuartal ke-4, ECB akan melakukan Ini

Memasuki Kuartal ke-4, ECB akan melakukan Ini

by Didimax Team

Selama ini, Euro belum pernah menaikan suku bunganya. Namun, adanya sentimen global membuatnya harus mengikuti arus global. Salah satu caranya dengan menaikan suku bunga sehingga mata uang Eropa bisa berada pada titik netral. 
 
Perdagangan di Eropa ditutup pada hari senin lalu membuat Greenback merangkak naik dan juga beberapa mata uang global lain. Euro pernah turun pada beberapa lalu sehingga, kehilangan mayoritas dukungannya.
 
Beberapa negara di Eropa menghadapi inflasi tinggi sejak Euro naik. Hal ini juga mempengaruhi nilai mata uang yang sensitif terhadap perubahan. Mata uang tersebut adalah Dolar Australia dan Selandia baru. 
 

Pergerakan Euro pada Saat Ini

 
Tidak sedikit negara terkena imbal hasil obligasi terendah, sejak kenaikan Euro. Hal ini membuat perekonomian di Eropa tidak stabil. Terlebih, kenaikannya mencapai 91%. Itu berarti kenaikannya mencapai seperempat basis poin.
 
Mengingat pergerakan Euro termasuk stabil, maka ekonom mengungkapkan bahwa inflasi di Eropa belum mencapai titik puncaknya. Hal ini terjadi karena ECB bersikap agresif pada Euro. 
 
Euro berhasil mengejar rekan-rekannya. Khususnya USD Dolar. Saat ini, Euro berada pada titik netral karena ECB tidak hanya mengeluarkan kebijakan tetapi juga memberikan solusi terhadap semua risiko yang mungkin terjadi. 
 
Euro membuat ruang khusus agar bisa naik lebih tinggi ke angka maksimal. Khususnya nilainya terhadap Dolar. Paling tidak Euro berada pada titik aman. Hal itu membuat Euro lebih stabil karena berada pada titik netral, yaitu kisaran 1% hingga 1,75%. 
 
Nilai tersebut diambil berdasarkan jajak pendapat di parlemen. Bahkan 50 dari 55 ekonom yang ada, memperkirakan bahwa basis poin akan berubah hingga mencapai 25 basis poin menjadi poin. 
 
Jajak pendapat tersebut dikarenakan adanya kenaikan suku bunga perubahan 50 basis poin. Dengan demikian, Euro bisa mencapai level 0,75% untuk depositonya. Setelah sebelumnya, suku bunga Euro berada pada titik minus. 
 
Namun, ECB tidak tinggal diam. Peranannya atas kenaikan Euro berpengaruh besar hingga mata uang ini berada pada level naik hingga mencapai 0,25%. Hal tersebut berdampak pada perubahan nilai deposito.
 
Nilai tersebut sebuah prestasi bagi ECB atas tindakan tegasnya dalam membuat keputusan penting di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil. Bahkan, Yen berada pada titik terendah. Namun, Euro berhasil menguat. 
 

Kebijakan EBC untuk Mendukung Pergerakan Euro 

 
Berdasarkan posisi Euro tersebut, EBC menjalankan peranannya dengan memberikan dukungan penuh terhadap pergerakan Euro. Dengan demikian, ECB membuat kebijakan khusus untuk menyelamatkan mata uang dari Eropa ini. 
 
Euro kembali stabil setelah ECB mengeluarkan kebijakan. Hal ini juga mendorong Euro bergerak melesat dari posisi sebelumnya yang berada pada titik minus. Namun, ECB tidak gegabah dalam membuat kebijakan agar tidak merugikan pihak lain. Berikut ini kebijakannya:
 
1. Nilai Deposito Dinaikkan Menjadi 0,75% 
 
ECB akan menaikan nilai Deposito hingga 0,75%. Meskipun, hal tersebut baru pertama kali dilakukan oleh Euro, tetapi ECB optimis bahwa Euro akan netral dan aman 
 
Euro diprediksi bergerak sejajar dengan mata uang lain, jika nilai deposito dinaikkan. Hal ini akan mendorong Euro menuju puncak tertinggi setelah satu dekade. Bahkan, Euro akan naik pada kuartal keempat.
 
Beberapa ekonom memprediksi akan terjadi kelemahan pada resesi ekonomi pada beberapa tahun mendatang. Selain itu, ECB akan menghentikan laju kenaikan Euro. Namun, hal tersebut bisa diatasi bila inflasi rendah.
 
2. Membentuk Anti Fragmentasi pada Euro 
 
Berbeda dengan kebijakan bank Sentral di negara lain, ECB berhasil membuat kebijakan yang tidak hanya menguntungkan Euro semata. ECB membuat kebijakan anti fragmentasi, agar tidak memberatkan negara-negara yang terlilit utang Euro. 
 
Negara yang terlilit utang Euro mayoritas berada pada blok tepi selatan. Dengan demikian, negara-negara tersebut tidak akan terbelit bunga tinggi bila suku bunga Euro dinaikkan. 
 
Kenaikan suku bunga tersebut baru pertama kali terjadi pada Euro. Namun, Euro bersikap profesional dan adil agar kebijakan tersebut tidak memberatkan pihak lain, karena Euro didukung oleh kinerja nyata ECB. 
 
Stabilitas ekonomi semakin menurun karena beberapa peristiwa. Hal ini juga turut mendorong Euro agar mampu menghadapi dampak ketidakstabilan ekonomi dengan menaikan suku bunga depositonya agar mampu mencapai level tertinggi.

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama