Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Kenaikan Nilai Tukar Dollar AS Menyebabkan Harga Emas Jatuh

Kenaikan Nilai Tukar Dollar AS Menyebabkan Harga Emas Jatuh

by Didimax Team

Sejak akhir bulan Maret 2021, harga emas logam kembali jatuh. Logam mulia ini memang mendapatkan “tekanan hebat”, mulai dari kebijakan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat yakni Joe Biden. Presiden Amerika Serikat ini mengambil langkah yang mengakibatkan imbal dari hasil surat utang atau obligasi Amerika Serikat naik di level 1,7%.
 
Kebijakan yang diambil oleh Joe Biden ini tentu saja meningkatkan harga nilai tukar Dollar AS. Kini, Dollar AS berada di level 93. Beberapa pengamat pasar ekonomi global memprediksi bahwa kenaikan nilai tukar Dollar AS akan bertahan hingga awal atau pertengahan bulan April. 
 
Akibat kenaikan Dollar AS secara signifikan, maka harga emas akan semakin jatuh. Apabila tidak ada upaya untuk menstabilkan harga emas, maka bukan tidak mungkin jika nilai tukar logam mulia yang satu ini akan semakin tergerus hingga ke titik terendah.
 

Ini Dia Penyebab Harga Emas Jatuh

 
Memang, harga emas per hari ini semakin tergerus karena adanya kebijakan yang lebih memihak nilai tukar Dollar AS.  Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga emas semakin jatuh. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :
 
1. Adanya Pergumulan Antara China dengan Amerika Serikat
 
Harga emas telah terkikis sejak pertengahan bulan Maret 2021. Alhasil, penurunan harga emas tersebut membuat para katalis utama mulai membatasi pergerakan guna mencegah penurunan harga semakin merosot tajam. 
 
Selain itu, pergumulan antara China dengan Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor penyebab nilai emas semakin melemah. Pergumulan antara China dan Amerika Serikat ini menjadi balasan atas protes dari Negeri Tirai Bambu yang menganggap bahwa pendekatan “blok barat” dinilai ilegal.
 
2. Kebijakan Terbaru dari Joe Biden
 
Penurunan harga emas juga dipengaruhi oleh kebijakan yang diambil presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Memang, semenjak Joe Biden menjabat sebagai presiden ini kerap mengambil kebijakan-kebijakan positif yang dapat meningkatkan nilai tukar Dollar AS. 
 
Salah satunya adalah isu rencana perkembangan infrastruktur yang telah dianggarkan sebesar US$ 3,0 Triliun Dollar AS. Kebijakan dari “biden effect” ini mampu meningkatkan nilai tukar Dollar AS. 
 
Alhasil, harga logam emas ini kembali tergerus hingga mendekati titik terendah. Untuk mengatasinya, perlu adanya kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh beberapa Negara guna menstabilkan harga emas di pasaran.
 

Prediksi Besaran Penurunan Harga Emas Dunia

 
Sejak awal bulan April 2021 ini, harga emas masih mengalami penurunan. Di awal pekan saja, nilai emas tercatat di angka 1,711. Hal ini tentu saja menjadi kabar buruk, terutama bagi para pemodal serta pemegang emas berjangka. 
 
Sebab, mereka akan mengalami kerugian cukup besar apabila menjual emas di tengah penurunan harga yang sangat signifikan. Beberapa pengamat ekonomi global juga menyatakan bahwa akan ada faktor dan kebijakan yang diambil oleh beberapa Negara untuk mengembalikan serta menstabilkan harga emas.
 
Kebijakan-Kebijakan Terbaru yang Dipercaya dapat Mengembalikan Harga Emas
 
Kebijakan yang pertama adalah kenaikan harga pajak sementara vaksin virus corona (Covid-19). Kenaikan harga pajak sementara untuk produk vaksin virus corona (Covid-19) ini bertujuan untuk menekan kerugian Negara Uni Eropa (UE) karena adanya kesalahan pada manager hedge fund  sebesar US$ 20 Miliar. 
 
Kerugian tersebut tentu saja membebani sentimen. Alhasil, nilai tukar mata uang Euro sempat “terguncang” akibat kerugian tersebut. Sehingga, Uni Eropa butuh “dana segar” guna menambal defisit kerugian. Salah satunya adalah dengan menaikkan harga pajak sementara vaksin virus corona yang diproduksi oleh Negara-Negara Uni Eropa.
 
Dan faktor penyebab yang membuat nilai harga emas diprediksi kembali stabil ini dikarenakan adanya vaksin virus corona (Covid-19) terbaru. Vaksin yang diproduksi hasil kerja sama dari Negara Eropa, seperti Jerman, Prancis, dan Inggris ini diprediksi mampu mengatasi penyebaran virus corona varian terbaru. 
 
Dengan begitu, maka makin banyak Negara yang memilih vaksin yang diproduksi oleh Jerman, Prancis, dan Inggris. Alhasil, penjualan vaksin tersebut menjadi langkah efektif guna menekan angka kerugian akibat manage hedge fund dan harga emas pun dipercaya dapat kembali stabil.
 
Harga emas kembali turun di awal pekan bulan April 2021. Penurunan harga emas ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kebijakan Presiden Biden hingga adanya sentimen antara China dan Amerika Serikat. Untuk itu, Negara Uni Eropa sepakat untuk menaikkan harga pajak vaksin virus corona guna menstabilkan harga emas.

 

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama