Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Ini Faktor yang Membuat Yen Terpuruk Terhadap Dolar AS

Ini Faktor yang Membuat Yen Terpuruk Terhadap Dolar AS

by Didimax Team

Perdagangan Eropa Senin lalu, Yen terpuruk jatuh hingga 24 tahun terhadap Dolar AS. Dolar AS berhasil melonjak karena pengaruh Bank of Japan. Kebijakan tersebut berupa pelonggaran kebijakan moneter.

Namun di sisi lain, Euro stabil pada perdagangan hari Senin lalu, meskipun Bank Inggris dan bank Swiss tersebut telah menaikkan suku bunganya. Padahal saat itu, presiden Prancis kehilangan mayoritas mutlak. 

Selama sepekan Dolar menguat terhadap Yen pada perdagangan sesi Eropa. Hal ini berkaitan dengan perdagangan yang bergejolak. Termasuk nilai Dolar yang bergejolak sehingga the Fed membuat kenaikan suku bunga terbesar. 

 

Pergerakan Dollar dan Yen Terkini

Setelah gejolak pasar terjadi pada dua minggu lalu, Dolar mundur tajam. Akhirnya, Dolar berhenti sejenak untuk mempersiapkan diri agar kembali melonjak. Maka dari itu, investor tetap mempertahankan nilai Dolar ini.

Investor meyakini bahwa kebijakan the FED mempengaruhi adanya prospek yang lebih baik terhadap nilai mata uang utama. Dengan demikian, indeks Dolar terhadap Yen hanya 104,79. Nilai tersebut berkonsolidasi dengan mata uang utama lain. 

Dolar yang berperan sebagai Greenback berhasil membawa 135, 25 terhadap Yen. Pasangan mata uang ini berhasil mencapai 135,60. Padahal, sebelumnya pergerakannya tidak stabil sehingga membuat Yen semakin ambruk. 

Yen yang semakin rapuh mengharuskan pejabat Jepang mengeluarkan kebijakannya melalui BOJ. BOJ melawan otoritas moneter terhadap the FED serta mata uang utama. Dengan demikian, 25 basis poin nya menguat tipis.  

Hal tersebut berbanding terbalik dengan the FED yang mengikuti tren atas kenaikan suku bunga tertinggi hingga mencapai 75 basis poin. Kenaikan basis poin tersebut diprediksi terjadi pada pertengahan minggu depan.

Di tengah penurunan tersebut, ketua the FED berpendapat bahwa Dolar akan membawa Yen untuk membawa Yen kembali naik. Namun, faktanya justru terbalik, Yen semakin terpuruk di tengah perang inflasi. 

Perang inflasi akan terus berlanjut sehingga membuat Yen kehilangan kekuatannya. Namun, Dolar akan mendapatkan kembali kekuatannya. Terlebih di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil. 

Pergerakan pasangan mata uang USD/JPY terus disoroti karena nilai YEN semakin rapuh. Hal tersebut dapat mempengaruhi perdagangan yang bisa ditembus oleh mata uang lain sehingga turut bergerak fluktuatif. 

Kebijakan BoJ Menjadi Salah Satu Penyebab Yen Turun 

Penurunan mata uang Jepang ditentukan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kebijakan ekonomi BOJ. BOJ memberikan kelonggaran moneter, yang mana berdampak besar terhadap penurunan Yen. 

Saat ini Yen berada pada level terendah 20 tahun. Hal ini mengharuskan beberapa pejabat Jepang mengeluarkan kebijakan yang dapat mempengaruhi kenaikan Yen. Setelah sebelumnya, Yen mempertahankan suku bunganya berada pada level-0,1%. 

Hal ini membuat BOJ harus berada pada posisi tersendiri karena negara-negara di Eropa termasuk the FED telah menaikkan suku bunganya. Posisi tersebut merupakan posisi yang membuat YEN terus terhimpit. 

Pejabat dari negara sakura ini mengeluarkan kebijakan agar semua lini bisnis di Jepang mendukung mata uang ini, sehingga nilainya bisa stabil. Posisi YEN terus terhimpit sehingga nilainya akan terus menurun. 

Terlebih diantara perang inflasi antar negara yang agresif, YEN harus segera diselamatkan. Oleh sebab itu, pejabat Jepang memberikan kepercayaan penuh kepada Tokyo untuk melakukan intervensi. 

Pengaruh intervensi Tokyo akan berdampak pada nilai YEN yang menguat, sehingga pada saat ini, BOJ terus disorot agar semua kebijakannya dapat memberikan pengaruh baik terhadap mata uang tersebut. 

Namun, di sisi lain BOJ dinilai gegabah dalam membuat keputusan. Hal ini dikarenakan imbal hasil obligasi YEN hanya senilai 0%. Ni8lai tersebut akan berdampak pada pada perdagangan yang terus bergejolak. 

Perdagangan yang semakin bergejolak membuat YEN tidak dapat mengikuti alur perdagangan. Semua pihak terkait harus segera bertindak untuk menaikkan nilai YEN agar mata uang ini bisa mengimbangi perdagangan valas. 

Posisi YEN yang terus rapuh akan membuat Dolar menurun karena Dolar akan kehilangan komitmennya. Maka dari itu, diperlukan intervensi dari semua pihak agar nilai YEN bisa stabil dan Dolar mendapatkan perannya sebagai safe haven. 

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama