Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Harga Emas Menguat Setelah Dolar AS Melemah?

Harga Emas Menguat Setelah Dolar AS Melemah?

by Didimax Team

Pada hari Rabu pada waktu setempat dikabarkan harga emas harian mengalami penguatan akibat Dolar Amerika Serikat yang melemah. Hal tersebut tentu saja memperpanjang keuntungan pada sesi-sesi seperti yang sebelumnya terjadi.

Seperti yang diketahui bahwa Dolar Amerika Serikat sedang melemah setelah dinyatakan telah memasuki fase proses disinflasi berlangsung. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Ketua Federal Reserve Amerika Serikat yaitu Jerome Powell.

Sementara itu kontrak emas yang paling aktif pada bulan April untuk pengiriman di divisi Comex New York Exchange mengalami peningkatan. Hal itu terdongkrak pada 5,9 Dolar Amerika Serikat atau sebesar 0,31 persen jumlahnya secara keseluruhan.

Dan pada saat ditutup menyentuh angka 1.890,70 Dolar Amerika Serikat per ounce yang telah diperdagangkan menyentuh level tertinggi diangka 1.898,90 Dolar Amerika Serikat dan level terendahnya diangka 1.881,40 Dolar Amerika Serikat.

 

Harga Emas yang Terus Mengalami Penguatan Terhadap Dolar AS

Sementara itu pada hari Rabu 9 Februari 2023 kemarin harga emas berjangka kembali menguat sebesar 5,30 terhadap Dolar AS atau besarnya mengalami peningkatan sebesar 0,28 persen menjadi 1.884,80 Dolar AS yang terjadi pada hari Selasa kemarin.

Setelah sebelumnya berada diangka 2,90 terhadap Dolar AS atau sebesar 0,15 persen yang kemudian menjadi 1.879,50 Dolar Amerika Serikat yang hal tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 6 Februari 2023 yang lalu.

Sementara anjlok terjadi pada hari Jumat 3 Februari 2023 pada angka 54,20 Dolar Amerika Serikat atau sekitar 2,81 persen yang berada pada nilai sebesar 1.876,60 Dolar Amerika Serikat yang menjadi salah satu ke anjlokan yang cukup tinggi nilainya.

Sementara itu Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa telah terjadi sedikit tekanan hawkish yang terjadi pasar tenaga kerja Amerika Serikat pada saat ini yang tangguh dan menjadi salah satu rintangan pada beberapa bulan ke depan selanjutnya.

Pernyataan yang dibuat tersebut juga mungkin menjadi salah satu pertanda bahwa kenaikan suku bunga yang akan terjadi pada Dolar Amerika Serikat tidak akan terlalu jauh nilainya seperti beberapa kekhawatiran pasar yang sedang dialami pada saat ini.

Seperti yang diketahui bahwa Jerome Powell mengatakan bahwa mungkin perlu untuk meningkatkan suku bunga dengan jumlah yang sedikit lebih tinggi pada sesi tanya jawab dihadapan Economic Club of Washington pada hari Selasa 7 Februari 2023 lalu.

Kebijakan menaikkan suku bunga dengan jumlah yang sedikit lebih tinggi tersebut dikarenakan sedang terjadi proses disinflasi yang sedang berlangsung. Hal tersebut diperlukan untuk menguatkan nilai ekonomi agar tetap menjadi stabil pungkasnya.

Pergerakan Tipis Terhadap Dolar AS

Sementara itu pada kesempatan yang berbeda pada hari Rabu 8 Februari 2023 di sesi wawancara yang dilakukan dengan Wall Street Presiden Federal Reserve New York John William yakin bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga restriktif itu.

Suku bunga perlu dipertahankan selama beberapa tahun dengan tujuan untuk mengendalikan inflasi yang terjadi. Beliau juga berharap bahwa suku bunga dari Fed bisa berada diposisi antara 5-5, sampai dengan 25 persen.

Kemudian Federal Reserve Lisa Cook pada Rabu 8 Februari 2023 mengatakan bahwa laporan kerja yang ada di bulan Januari yang kuat diharapkan bisa untuk meningkatkan soft landing yang lebih baik lagi pungkasnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa target inflasi sebesar 2.0 dapat dicapai dengan lebih cepat. Target tersebut dapat terwujud tanpa adanya peningkatan dan juga pengangguran yang saat ini tengah melanda di Amerika Serikat.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah melaporkan bahwa sudah terjadi peningkatan sebesar 0,1 persen yang telah terjadi. Peningkatan tipis tersebut terjadi pada bulan Desember lalu yang sekaligus menjadi yang terkecil sejak Juli 2020 lalu.

Untuk logam mulia, perak dan lainnya telah mengalami peningkatan jumlah kirim yang terjadi pada bulan Maret tahun lalu yang naik menjadi 24,3 sen atau sebesar 1,1 persen dan kemudian ditutup pada angka 22,42 Dolar Amerika Serikat per ounce nya.

Sementara untuk harga platinum pada pengiriman bulan April bergerak bertambah menjadi satu Dolar AS atau setara dengan 1,1 persen. Dan kemudian menjadi tetap pada angka 987,20 Dolar AS per ounce.

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama