Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Euro Naik, Kerja Keras ECB Berbuah Manis

Euro Naik, Kerja Keras ECB Berbuah Manis

by Didimax Team

Selang beberapa pekan berlalu, Euro kembali menguat yang ditutup pada perdagangan Eropa pada hari Senin Minggu lalu. Kenaikan tersebut karena adanya Kebijakan ECB yang menaikkan suku bunga. 

Padahal, dalam waktu yang bersamaan, Prancis sedang menghadapi kemacetan politik. Namun, menguatnya mata uang ini seakan tidak dipengaruhi oleh kondisi politik di Prancis. Saat itu, presiden Prancis kehilangan mayoritas mutlak. 

Sementara itu, parlemen membutuhkan mayoritas mutlak presiden prancis. Maka dari itu, presiden Emmanuel Macron beserta jajaran aliansinya segera mengamankan kursi dengan jumlah terbanyak di parlemen. 

 

Kondisi Euro Terkini Terhadap Dolar dan Mata Uang Utama Lainnya

Selama ini, ECB belum pernah menaikkan suku bunga Euro, kini dilakukan ECB agar bisa kembali menguat. Terakhir kali ECB menaikkan suku bunganya pada tahun 2011 lalu. Namun, hal itu pasti akan menjepit negara-negara lain yang terlilit hutang. 

Maka dari itu, ECB juga mengaturnya agar tidak terlalu memberatkan negara-negara yang berada di blok selatan, dengan cara membuat anti fragmentasi. Hal ini menjadi salah satu faktor nilainya naik, bahkan menguat hingga 0,4%. 

Sementara itu, terjadi perubahan pada Dolar. Indeks Dolar berhasil menguat karena peranannya sebagai Greenback. Dolar bersama mata uang lainnya, yang termasuk dalam jangkauannya, termasuk Euro dan Yen.  

Nilai Dolar turun 0,3%. Saat ini posisinya berada pada level 104,41. Nilai tersebut masih dianggap level tertinggi 2 dekade yakni berada pada level 105,79% .

Pada penutupan perdagangan sesi Eropa Rabu lalu, Dolar berhasil menguat. Begitu juga dengan mata uang ini bergerak tipis selama beberapa pekan. Terlebih, sejak adanya pertemuan fed. Hal ini juga mempengaruhi Dolar Australia dan Selandia Baru. 

Kedua mata uang tersebut dipengaruhi oleh sentimen risiko stabil hingga menguat pada hari ini. Sentimen tersebut terjadi karena imbal hasil perdagangan yang bergejolak pekan lalu. Beberapa mata uang utama naik tipis. 

Mata uang Eropa ini berhasil naik di tengah gejolak politik di Swiss. Padahal kondisi perpolitikan bisa sangat berpengaruh pada nilai mata uang. Hal tersebut terjadi karena peran ECB, yang melakukan tindakan agresif.      

Kebijakan EBC Terhadap Euro

Beberapa nilai mata uang utama, menurun terutama untuk Yen. Mata uang Jepang ini ambruk seketika pada sesi perdagangan Eropa. Terlebih adanya inflasi yang lebih tinggi diprediksi terjadi pada dua pekan ke depan. 

Tingginya inflasi tersebut sangat berpengaruh pada nilai mata uang sensitif, yaitu Dollar Australia. Mata uang tersebut  diprediksi akan kembali menurun bila EBC tidak segera melakukan tindakan agresif pada kenaikan minggu lalu. 

Maka dari itu, EBC mengeluarkan kebijakan terhadap kondisi mata uangnya, hingga berhasil kembali menguat. Meskipun saat ini kondisi perpolitikan di beberapa negara Eropa sedang tidak stabil.  

Hal itu menjadi bukti kenaikannya adalah hasil kerja keras EBC. Salah satu tindakan agresif EBC tidak hanya berpengaruh baik pada mata uang ini semata tetapi juga negara yang berada di tepi blok Selatan sedang terbelit hutang dengan mata uang ini.  

Berdasarkan hal tersebut EBC mengeluarkan kebijakan yaitu berupa alat anti-fragmentasi karena kenaikan suku bunganya. Alat tersebut memberikan keringanan kepada negara-negara yang terlilit hutang dengan menggunakan Euro. 

Berdasarkan hal tersebut, EBC membuktikan kinerjanya berbuah manis. Bahkan kebijakan  yang dikeluarkannya sangat rapi serta tidak memberatkan pihak lain. Hal ini adalah sebuah kesuksesan besar.   

Pendapat Para Ahli Mengenai Kenaikan Euro

Euro berhasil menguat karena adanya dukungan dari EBC juga pemerintah di negara-negara Eropa. Hal ini merupakan sebuah prestasi besar. Terlebih, setelah sekian lama, Euro menaikkan suku bunganya. 

Kenaikan suku bunga Euro dilakukan pada tahun 2011. Selama itu belum pernah ada kenaikan, hingga pada hari ini Euro menaikkan suku bunganya. Padahal kondisi perekonomian dan perpolitikannya sedang tidak stabil. 

Hal ini terjadi setelah nilai Euro melemah terhadap Dolar serta gejolak pasar yang tidak memberikan imbal hasil positif pada Euro. Namun, Euro berhasil menguat karena dukungan EBC yang bertindak tegas.  

Hal ini membuat para ahli mengemukakan asumsinya atas kenaikan suku bunga tersebut. Salah satu komentar datang dari analis FX, yang mengungkapkan bahwa adanya dampak jangka panjang atas terjadinya mayoritas parlemen positif . 

Beberapa mata uang melemah akibat terjadinya gejolak pasar. Namun, Euro berhasil naik karena adanya sikap EBC yang agresif untuk mendukung pergerakan Euro. Dengan demikian, nilai Euro bergerak menguat terhadap Dolar. 

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama