Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Data Ketenagakerjaan AS Rilis, Harga Minyak Langsung Naik

Data Ketenagakerjaan AS Rilis, Harga Minyak Langsung Naik

by Didimax Team

Data ketenagakerjaan AS akhirnya rilis. Sebelumnya banyak pihak memprediksi kalau data ketenagakerjaan tersebut akan berada pada situasi buruk. Namun hasil akhirnya ternyata tidak seburuk yang diperkirakan.

Data tersebut memperlihatkan kalau kondisinya sedikit lebih baik. Hasilnya kondisi tersebut langsung memberikan efek nyata terhadap harga minyak. Terlihat jelas kalau harga minyak mengalami kenaikan hingga 1%.

Harga minyak mentah brent mengalami kenaikan sekitar 1,5 persen dan membuat harganya meningkat 1,19 dollar. Ini membuat harga minyak mentah brent berada di angka 82,78 dollar per barel. Minyak mentah WTI atau West Texas Intermediate juga naik.

Kenaikannya sendiri sekitar 1,3 persen atau 96 sen. Ini membuat harga minyak mentah WTI sekarang berada di angka 76,68 dollar per barel. Dari indeks tersebut, terlihat kalau harga minyak secara keseluruhan memang meningkat dan peningkatannya lebih dari 1%.

Sebenarnya ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga sendiri sekarang sangat tinggi. Ekspektasi tersebut tidak hanya terjadi di beberapa wilayah. Hampir seluruh eropa dan setiap pusat ekonomi dunia memiliki ekspektasi ke arah yang sama.

Tentu adanya ekspektasi tersebut tidak selalu memberikan efek positif. Ada juga efek negatif yang muncul dan disebabkan oleh ekspektasi tersebut. Efek negatifnya sendiri berkaitan dengan prospek pertumbuhan global yang semakin kabur.

Bahkan banyak orang memprediksi kalau kenaikan yang terjadi pada harga minyak tidak akan berlangsung lama. Besar kemungkinan, situasinya akan kembali menurun di minggu ini. Walaupun memang, menarik untuk mengikuti bagaimana situasi yang terjadi ke depannya.

 

Alasan dari Kebijakan Federal Reserve

Kenaikan suku bunga seperti tidak bisa dibendung lagi. Cepat atau lambat, ini akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Pihak yang memiliki andil paling besar terhadap kebijakan ini tentu adalah Federal Reserve AS. 

Salah satu hal yang membuat keputusan tersebut dibuat adalah laporan pemerintah yang keluar pada hari Jumat lalu. Sebenarnya Jerome Powell selaku ketua Fed sempat memberikan peringatan terkait hal ini.

Menurutnya kenaikan suku bunga yang lebih tinggi pada akhirnya pasti akan diambil. Bahkan beberapa hal bisa membuat kenaikan suku bunga ini terjadi lebih cepat. Powell juga menambahkan kalau bank sentral sebelumnya sempat melakukan kesalahan.

Ada anggapan kalau inflasi yang terjadi sifatnya hanya sementara. Padahal ketika dilihat langsung di lapangan, inflasi ini masih belum memperlihatkan tanda-tanda akan selesai dalam waktu cepat. Oleh karena itu, kebijakan yang berkaitan dengan inflasi harus diambil.

Ini berbeda dengan situasi beberapa waktu ke belakang di mana pelonggaran kebijakan justru dilakukan karena menganggap inflasi sudah tidak ada. Pertemuan kebijakan moneter sendiri baru akan dilakukan pada 21 hingga 22 maret mendatang.

Sebenarnya banyak pihak memprediksi kalau pertemuan tersebut akan menjadi kunci apakah kenaikan suku bunga akan langsung dilakukan atau tidak. Jika melihat situasi sekarang, besar kemungkinan kenaikan suku bunga akan langsung dilakukan.

Sebenarnya ada situasi unik yang terjadi pada saham global. Normalnya saham global ini bergerak beriringan dengan harga minyak. Namun ketika harga minyak sedang meningkat, sekarang saham global ini justru turun.

Penurunannya sendiri mencapai level terendah dalam dua bulan. Dari situasi ini, banyak pihak memprediksi kalau sebentar lagi harga minyak juga akan turun.

Data Ketenagakerjaan AS Mengalahkan Ekspektasi

Ekspektasi yang sebelumnya muncul terkait data ketenagakerjaan sukses dipatahkan. Sebenarnya ekspektasi secara umum mengatakan kalau penambahan NFP atau nonfarm payrolls adalah sekitar 205 ribu pekerjaan.

Itu adalah hasil survei yang dilakukan Reuters. Tetapi nyatanya, kenaikan yang terjadi sekitar 50 persen lebih besar dari perkiraan. Pada data yang akhirnya rilis, kenaikan NFP atau nonfarm payrolls adalah 311 ribu.

Jika dilihat dari angkanya, terlihat jelas kalau data survei dan hasil akhir memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Banyak orang meyakini kalau situasi ini dibuat agar Federal Reserve menaikkan suku bunga sedikit lebih lama.

Sebenarnya kenaikan suku bunga ini sangat memengaruhi harga minyak. Mudahnya semakin tinggi suku bunga maka semakin terbebani juga harga minyak saat itu. Bisa dibilang kenaikan suku bunga yang sekarang terjadi juga terus membebani harga minyak.

Patut untuk dinantikan bagaimana situasi terbaru yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Walaupun banyak pihak memprediksi kalau situasinya belum akan membaik, kejutan memang sering terjadi di dunia Forex.

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama